Monolog Rasa

Ketika rasa berbicara…

Dunia Belum Berakhir

Peluhku bercucuran. Deras. Seminggu belakangan mentari begitu terik, panas sekali. Langit juga tampak kebiruan, hanya dihiasi beberapa gumpalan awan. Tak terkeculi pagi ini, mentari lagi dan lagi kembali mencumbu, menambah jejak-jejak kemerahan di beberapa bagian kulitku. Gatal, terutama di sekitar leher.

Read the rest of this entry »

Teruntuk K.

Jangan takut, ini aku. Dahulu, kita entitas yang sama sebelum sebuah eksperimen mengubah wujudmu dan menghapus seluruh ingatanmu. Aku tak pernah menyangka hasilnya akan sefatal ini.

Read the rest of this entry »